Friday, August 20, 2010

PATAH HATI

Hari ini atau yang lebih tepatnya tengah malam ini , ku coba membangunkan paksa mataku yang sebenarnya sangat begitu ingin menujudunia mimpi , tapi tetap saja harus ku paksa , demi hati ... Ya benarsekali demi hati , hatiku merasa iri dengan mataku , yang setiap hariselalu melihat yang indah-indah ,sedangkan saya ?? mataku berkata gusar, "saya hanya bisa merasakan sakitnya saja , di awali dengan mata yangmelihat keindahan surga seorang hawa , setalah di tinggalkan begitu saja, siapa yang menanggung lukanya?, bukankah saya ," gumam hatiku..Pergulatan dua anggota tubuh ini , membuatku sadar , siapa yangsebenarnya menjadi pemangsa dan siapa yang dimangsa , mungkin laki-lakisering berkata " aku , aku yang berkuasa atas nama cinta, aku jugasebagai penentu dalam sebuah hubungan, tapi bukan kah itu kodrat wanita .

wanita lah yang sering menjadi penentu , hei sadar wahai kaum adam ,kita lah yang dimangsa , kitalah rantai makanan mereka. Malam itu jugaaku mencoba membuat sebuah surat , lebih tepatnya tulisan perasaan kuyang sebenarnya untuk pujaan hatiku . ya hanya untuk dia, bukan untuksiapa-siapa ,karena aku inginkan dia itu saja ,,,..Dear my lover ..Malamini aku tidak bisa memejamkan mataku , entah mengapa, aku juga tidakmemahaminya ...pikiranku seakan-akan terperangkap di dunia yang aku tidakmengerti ,bagaimana aku harus hidup ..bagaimana aku harus bertahan ,bagaimana aku harus sendiri tanpamu.

Thursday, August 19, 2010

DI PERANTAUAN RAMADHAN YANG MENUAI GUNDAH

Begitu masuk bulan Ramadhan, istriku mendadak resah gelisah, meneteskan air mata, sambil ujarnya
"Pa..?masihkah kita akan terus dijakarta, dah terlalu lama pa, kita di rantau orang ini, apa papa gak kasihan mama, mama rindu ayah, adik adikku,kampung halaman". Akupun kaget bukan main mendengar nada
sapaan istriku, memelas, mengiba, wajahnya sendu, dan air mata yang menetes dipipinya. Apa artinya bulan ramadhan dimata istri, terlukis jelas, bahwa istriku memahami makna ramadhan itu mudik lebaran kekampung halaman.

Namun sela.. ku "Ma hati siapa yang tak rindu kampung halaman, hati siapa yang tak ingin bercanda dengan saudara sekandung,kita ingin ma menikmati lebaran di Kampung". Kataku berusaha meredakan kesedihan yang terukir diwajahnya. " Maa do'akan papa, kalau Allah mengizinkan kita pasti pulang, mama jangan cengeng gitu ya..?? Akupun tak mampu menahan air mataku, turut berduka, sedih melihat istriku bersedih.Bedanya, aku masih bisa berpikir bahwa aku lagi puasa, menunaikan perintah puasa perlu kesabaran, tidak terlena dengan senda dan airmata, kendati keinginan dan rindu menebar selaksa rasa tuk menuai bahagia bersama, dengan lafadh lafadh takbir di kampung halamanku nanti..hiks...hiks..

Tuesday, August 17, 2010

Berjalan ke Masjid Meminta Cahaya


Alhamdulillah...SegalaPuji bagi Allah Rabb Semesta Alam. Pagi ini, atas hidayah Allah masihdiberi kesempatan merasakan segar [dan dinginnya] udara pagi di haripertama Ramadhan 1430 H.
Ramadhan selalu indah, menyejukkan jiwa. Berkah Ramadhan tak pernah berhenti menyapa..., satu di antaranya adalah bahwa langkah kaki kitaterasa [lebih] ringan untuk berjalan ke masjid, dan umat Islamberbondong-bondong memakmurkan masjid di bulan suci ini[bahkan...seringkali kita menanti-nanti suara adzan].Alhamdulillah...sebuah nikmat yang harus disyukuri.

Berjalan ke Masjid dan memakmurkannya adalah amal shalih yang mulia, dipenuhi "cahaya". Imam Nawawi ra. dalam kitab Riyadhus Shalihin mencatat beberapa riwayat tentang 1"Keutamaan Berjalan ke Masjid", antara lain sbb :
1. Abu Hurairah ra. Berkata, Nabi saw bersabda, "Barangsiapadi waktu pagi atau sore hari pergi ke Masjid, maka Allah menyediakanhidangan untuknya di surga di setiap pagi dan sore hari." (Muttafaq 'alaih)

2. Abu Hurairah ra. Berkata, Nabi saw bersabda, "Barangsiapabersuci di rumahnya, lalu berjalan ke satu masjid untuk menunaikan satushalat fardhu, maka satu langkahnya menghapus dosa dan satu langkahyang lain menaikkan derajatnya." (HR. Muslim)